norwayattractions.net – Siapa sih yang nggak bakal jantungan kalau tabungan hasil banting tulang selama bertahun-tahun mendadak ludes begitu aja dalam sekejap? Baru-baru ini, warga Kota Cilegon dihebohkan sama ulah oknum tetangga sendiri yang diduga nekat melarikan dana arisan dan investasi bodong. Nggak tanggung-tanggung, total kerugian yang harus ditanggung para korban ditaksir tembus angka fantastis sampai Rp10 miliar!
Read More : Adzan Cilegon
Alih-alih dapat keuntungan melimpah buat persiapan masa depan, puluhan emak-emak dan warga sekitar justru harus gigit jari sambil ngelus dada. Pelaku yang awalnya dikenal ramah mendadak ngilang tanpa jejak pas ditagih. Bikin para korban naik pitam dan langsung ambil tindakan tegas.
Modus Investasi Truk Penyeberangan Merak-Bakauheni yang Bikin Tergiur
Drama pelaporan hukum ini akhirnya resmi mendarat di Markas Polres Cilegon karena kesabaran para korban sudah habis. Salah satu perwakilan warga yang ikut melapor, Neneng Setiasih, bongkar cerita kalau dirinya bersama puluhan anggota lain merasa kena tipu mentah-mentah sama owner arisan yang notabene masih tetangga sendiri di kawasan Lingkungan Langon.
Trik yang dipakai pelaku terbilang lihai banget buat menggaet mangsa baru. Pelaku ngakunya punya relasi kuat di bisnis logistik truk yang biasa nyeberang dari Pelabuhan Merak ke Bakauheni. Karena nggak punya modal tapi punya jalur relasi luas, pelaku ngajak warga sekitar buat patungan modal dengan iming-iming bagi hasil alias fee gila-gilaan mulai dari 20 persen sampai menyentuh angka 50 persen.
Sayangnya, janji manis itu cuma bualan belaka. Tiap kali tanggal pencairan tiba, pelaku selalu cari alasan buat ngaret dan ngundur jadwal pembayaran. Sampai pada akhirnya, nomor HP pelaku mendadak tidak aktif dan batang hidungnya sama sekali nggak keliatan.
Baca juga:Proyek Pabrik Baru Cilegon Bikin UMKM Lokal Kecipratan Rezeki Nomplok!
Kerugian Member Tembus Miliaran Rupiah Setelah 7 Tahun Berjalan
Usut punya usut, praktik penipuan berkedok arisan ini ternyata sudah beroperasi secara kucing-kucingan selama kurang lebih tujuh tahun. Korban yang telanjur gabung jumlahnya nyaris mencapai 50 orang. Tapi mereka rata-rata nggak saling kenal satu sama lain karena cara rekrutmennya dibuat terpisah oleh pelaku. ย Nominal uang yang disetor tiap korban pun nggak main-main besarnya.
Ada yang setor ratusan juta rupiah, bahkan ada yang apes kehilangan uang tunai hingga Rp2,9 miliar akibat nyampur ke program investasi modal serta pinjaman emas batangan. Sebelum akhirnya resmi lapor polisi, para korban sempat mencoba jalan damai dengan minta bantuan Pos Bantuan Hukum (Posbakum) di Kelurahan Tamansari buat proses mediasi. ย Tapi setelah nunggu hampir tiga minggu lamanya. Iktikad baik dari pihak terlapor sama sekali nggak keliatan batang hidungnya.
Korban Akhirnya Serahkan Bukti Transaksi ke Polisi Demi Cari Keadilan
Korban lainnya bernama Budi Susanto, yang ikut tombok dana pribadi hingga menyentuh angka Rp730 juta, ngaku udah kehabisan kesabaran ngadepin sikap lepas tangan dari pelaku. Jalur mediasi kelurahan yang tadinya diharapkan bisa selesai secara baik-baik terpaksa ditinggal karena cuma buang-buang waktu.
Sekarang, seluruh tumpukan bukti transfer, catatan setoran. Sampai rincian kerugian udah diserahin sepenuhnya ke pihak berwajib biar pelaku bisa segera diseret dan diproses hukum. Kasus ini jadi pelajaran mahal buat kita semua supaya lebih mawas diri dan nggak gampang tergiur tawaran investasi instan dengan keuntungan di luar nalar.