norwayattractions.net – Isu lingkungan emang makin krusial banget buat dibahas bareng. Pemkot Cilegon barengan sama PT Chandra Asri Pacific plus Yayasan Bakti Barito resmi ngerilis Program Kolaborasi Kelola Sampah Ekonomi Sirkular alias Kolase Batch 3 dan 4 buat tahun 2026. Momen kece ini sengaja dihadirkan buat ngerangkul 120 sekolah di seluruh wilayah Cilegon biar bisa jadi garda terdepan dalam urusan pilah-pilih limbah rumah tangga maupun lingkungan sekolah.
Read More : Pabrik Baja Di Cilegon Meledak, Warga Sekitar Panik
Langkah super sinergis ini jadi bukti nyata kalau kolaborasi antara pihak pemerintah, para pelaku industri, lembaga filantropi, hingga warga sekitar bisa berjalan makin mantap. Fokus utamanya sederhana tapi dampaknya luar biasa, yaitu ngebangun budaya pengelolaan limbah secara berkelanjutan yang punya nilai ekonomi tinggi lewat konsep ekonomi sirkular.
Perjalanan Panjang Program Kolase dari Skala Kecil Hingga Makin Meluas
Direktur Legal and External Affairs PT Chandra Asri Pacific, Edi Riva’i, ngerasa salut banget sama komitmen Pemkot Cilegon yang terus konsisten ngedukung gerakan bersih-bersih ini. Perkembangan program ini beneran terbilang pesat banget. Awalnya gerakan ini cuma dimulai dari empat sekolah aja, terus naik kelas jadi 25 sekolah, sampai akhirnya sekarang resmi ngerangkul 120 sekolah sekaligus.
Edi ngarepin sekolah yang udah gabung bisa jadi role model alias percontohan keren buat instansi pendidikan lainnya. Ukuran sukses gerakan ini bukan cuma diliat dari banyaknya deretan nama sekolah yang terdaftar. Melainkan dari perubahan gaya hidup dan tanggung jawab tiap individu terhadap kebiasaan buang sampah. Kalau strategi ini jalan mulus, ada sekitar 240 ribu warga yang bakal ngerasain dampak positifnya. Sementara beban tempat pembuangan akhir alias TPA bisa makin berkurang drastis.
Baca juga:Wawako Cilegon Minta PMII Makin Vokal Ngawal Pembangunan Daerah
Edukasi Karakter Sejak Dini dan Rencana Pembangkit Listrik Berbasis Sampah
Direktur Yayasan Bakti Barito, Anis Purbasari, juga ngejelasin kalau fokus lembaga. Mereka emang ga jauh-jauh dari isu edukasi lingkungan, perubahan iklim, serta gerakan konservasi. Rekam jejak mereka dari tahun 2022 aja udah berhasil ngedampingin sekitar 200 sekolah. Dengan total limbah terkelola nembus angka 35,3 ton. Lewat pendampingan intensif di Batch 3 dan 4 ini, makin banyak murid sekolah yang paham tata cara daur ulang yang bener.
Wali Kota Cilegon, Robinsar, negasin kalau urusan limbah ini emang tantangan serius yang kudu dituntasin dari hulu sampai ke hilir. Kalau dibiarin gitu aja tanpa penanganan khusus, tumpukan limbah malah bisa nimbulin berbagai macam penyakit. Makanya, Program Kolase hadir bukan cuma sekadar nyapu atau membuang tumpukan kotoran. Tapi jadi wahana edukasi karakter buat para generasi muda biar ga sembarangan melempar bekas kemasan ke mana-mana.
Para kepala sekolah sama guru-guru juga diwanti-wanti buat terus nanamkan rasa peduli lingkungan ke semua murid. Kebiasaan bagus yang dibentuk di area sekolah ini diharapin bisa menular sampai ke lingkungan rumah masing-masing.
Ga berhenti di situ aja, Pemkot Cilegon juga punya gebrakan masa depan yang ga kalah mantap. Pada tahun 2028 nanti, rencananya bakal ada groundbreaking proyek pembangunan pembangkit listrik berbasis sampah di kawasan Serang Raya. Kota Cilegon sendiri dapet jatah alokasi pengolahan limbah sekitar 300 ton tiap harinya. Lewat bantuan para pelaku industri dan aktivis lingkungan. Target mengubah paradigma warga serta mewujudkan kota yang jauh lebih asri bakal makin cepet terwujud.