norwayattractions.net – Suasana khidmat dan hangat bener-bener terasa waktu Pemkot Cilegon ngerayain Hari Santri Nasional (HSN) tahun 2026. Momen spesial ini diisi sama acara istighosah plus doa bersama yang digelar langsung di Gedung Islamic Center Kota Cilegon pada Rabu, 21 Oktober 2026.
Read More : Cuaca Cilegon
Acara keagamaan ini makin rame karena dihadiri tokoh-tokoh penting, mulai dari ulama ternama, kiai pimpinan ponpes, ibu-ibu majelis taklim, sampai ratusan santri dari berbagai wilayah di Cilegon. Nggak ketinggalan, jajaran pejabat Pemkot Cilegon juga ikutan duduk bareng di lokasi. Selain jadi ajang doa, kumpul-kumpul ini pas banget buat mempererat tali silaturahmi, memperkuat tali persaudaraan sesama umat, sekaligus minta keberkahan biar Cilegon makin maju.
Pesan Penting Sekda Cilegon Soal Kontribusi Ulama dan Santri
Pas ngasih sambutan, Sekretaris Daerah Kota Cilegon, Ahmad Aziz Setia Ade Putra, langsung ngucapin rasa terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya buat keluarga besar Nahdlatul Ulama (NU), Forum Silaturahmi Pondok Pesantren, dan seluruh pihak yang udah bantu kelancaran acara.
Menurut doi, istighosah ini bukan cuma sekadar acara seremoni tahunan buat memperingati Hari Santri semata. Lebih dari itu, kumpul doa ini jadi wadah spiritual yang penting banget buat minta pertolongan kepada Allah SWT. Apalagi di tengah berbagai tantangan hidup masyarakat yang makin kompleks kayak sekarang.
Selain itu, Sekda Aziz juga ngingetin kalau kemerdekaan yang kita nikmati hari ini nggak lepas dari jasa besar para ulama, kiai, dan santri zaman dulu. Mereka ikhlas ngorbanin tenaga, pikiran, sampai jiwa raga demi ngebela tanah air. Makanya, semangat pantang menyerah dan keikhlasan dari para pejuang itu harus terus ditiru sama anak-anak muda zaman sekarang pas ngabdi buat daerah dan negara.
Santri Zaman Now Mesti Makin Modern dan Berakhlak Mulia
Nggak cuma ngebahas masa lalu, Sekda Aziz juga ngajak para santri di Cilegon buat siap ngehadapin perkembangan zaman yang makin cepat. Santri era sekarang diharap nggak cuma paham ilmu agama atau kitab kuning aja, tapi juga harus mau belajar ilmu umum, teknologi, dan punya berbagai keahlian praktis. Dengan begitu, para santri bakal lebih siap beradaptasi sama perubahan zaman tanpa harus kehilangan nilai moral, akhlak, dan keimanan yang udah jadi fondasi utama selama belajar di pesantren.
Apalagi Cilegon ini kenal banget sebagai kota industri. Pembangunan di daerah emang butuh keseimbangan yang pas antara fisik dan karakter warganya. Ukuran kemajuan suatu daerah itu nggak cuma dilihat dari gedung tinggi, pertumbuhan ekonomi, atau besarnya nilai investasi yang masuk. Yang nggak kalah penting justru kualitas manusianya, akhlak generasi mudanya, rasa peduli antarwarga, serta kuatnya nilai agama dalam kehidupan sehari-hari. Nah, di sinilah peran pesantren, para kiai, dan santri jadi penting banget.
Baca juga:Perjuangan GOKIL Guru Cilegon Tembus Magang Jerman Demi Majukan Vokasi Tanah Air
Kolaborasi Ciamik Pemkot dan Pesantren Demi Cilegon Juara
Biar pembangunan daerah bisa seimbang antara kemajuan ekonomi dan mental spiritual. Kerja sama antara pemda, ulama, organisasi agama, dan pesantren harus terus dijaga. Sekda Aziz berharap hubungan baik yang udah terjalin selama ini bisa terus diperkuat. Sinergi ini penting banget buat ngejaga suasana kota tetap adem, damai. Sekaligus mencetak generasi muda yang nggak cuma pinter dan kreatif, tapi juga punya kejujuran, iman, dan rasa tanggung jawab.
Di akhir sambutan, Sekda Aziz juga minta doa dan masukan dari para kiai. Supaya seluruh jajaran Pemkot Cilegon selalu dikasih kesehatan, kekuatan. Dan kebijaksanaan pas menjalankan amanah melayani masyarakat. Doi juga ngajak warga buat terus ngejaga persaudaraan dan mendoakan Cilegon supaya selalu aman serta dijauhkan dari bencana.
Rangkaian acara yang penuh kekhusyukan ini diawali sama pembacaan tawasul oleh KH. Irsyad Hambali, terus dilanjutin istighosah oleh KH. M. Izudin Muhtar, Lc., pembacaan doa oleh KH. Ahmad Marzuki, dan ditutup tausiah adem dari Ustaz H. Gus Adhim.